ISMKMI (Ikatan Senat
Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia) ialah sarana untuk bertukar pandang
dan pikiran guna memecahkan persoalan-persoalan yang timbul di dalam masyarakat
dan dunia ilmiah, khususnya dalam pembangunan kesehatan nasional yang semakin
kompleks di wilayah negara Republik Indonesia sesuai dengan nilai-nilai yang
terkandung dalam ilmu kesehatan masyarakat.
Sejarah singkat
Pada akhir tahun 1989, kurang lebih
25 orang mahasiswa kesehatan masyarakat Universitas Hasanuddin kembali
mengadakan pertemuan dan seminar ilmiah di FKM-UI, PSKM FK-UNDIP, PSKM
FK-UNAIR, FK UDAYANA, FK UGM dalam misi studi perbandingan Jawa-Bali yang
tujuannya tiada lain untuk mencari persamaan persepsi baik terhadap mahasiswa
kesehatan masyarakat maupun terhadap mahasiswa kedokteran untuk kelancaran
rencana pem,bentukan ikatan senat yang dimaksud.
Akhirnya dari
konfirmasi bersama disepakati bahwa Munas I ISMKMI akan dilaksanakan pada
tanggal 23-26 Desember 1991 di Ujung Pandang. Pada tanggal
21-22 Desember 1991 telah diadakan rapat pendahuluan yang diberi nama Pra Munas
I ISMKMI yang dihadiri oleh perwakilan senat mahasiswa UI, UNAIR, UNDIP, UNHAS. Kemudian
dalam pertemuan ini melahirkan rumusan :
·
Tata Tertib Munas I ISMKMI
·
Agenda Acara Munas I ISMKMI
·
Tata Tertib Persidangan Munas I ISMKMI
Pada periode kepengurusan tahun
2017-2019, Sekretaris Jenderal ISMKMI dipimpin oleh Mustofa Abdul Latif.
Seperti yang sudah dijelaskan
sebelumnya, ISMKMI merupakan wadah bagi para mahasiswa untuk mempersatukan
pikiran dan berfungsi sebagai wadah untuk mepererat hubungan mahasiswa
kesehatan masyarakat. ISMKMI merupakan organisasi yang menaungi mahasiswa dan
mahasiswi program studi kesehatan masyarakat se Indonesia. Sebelumnya, saya
akan memberikan penjelasan mengenai pengertian organisasi menurut para ahli.
Organisasi adalah kerja sama dua orang atau lebih,
suatu sistem dari aktivitas aktivitas (System
from all activity) atau kekuatan kekuatan (Strength) perorangan yang dikoordinasikan secara sadar. (Bapak Chester J.
Bernard)
Organisasi adalah peraturan
personil (arrangement of personal) guna mempermudah pencapaian beberapa tujuan
yang telah ditetapkan (for facilitating the accomplishment of some agreed
purpose) melalui alokasi fungsi dan tanggung jawab (Through the allocation of
functions and responsibilities).
(Philip
Selznick)
Dari
pernyataan para ahli dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah kerjasama dua
orang atau lebih yang berkumpul serta memiliki tujuan yang sama.
Setiap
organisasi pasti memiliki visi dan misi yang telah di rancang sedemikian rupa
sehingga maksud dan tujuan dari sebuah organisasi tersebut bisa terwujud dengan
sebenar-benarnya. Keberadaan organisasi di lingkungan mahasiswa tentu akan
berdampak positif dan negatif. Tentu kita harus pandai-pandai memilih suatu
organisasi. ISMKMI sendiri memiliki maksud dan tujuan yang baik, yakni untuk
menunjukkan peran mahasiswa yang sesungguhnya di tengah kehidupan yang modern. Budaya
masyarakat pedesaan dan perkotaan tentu sangat berbeda. Di pedesaan, budaya
yang berkembang masih cenderung budaya tua yang mengakibatkan kerugian bagi
masyarakat pedesaan itu sendiri. Contohnya, masyarakat Banyumas masih suka
menaruh ban bekas sebagai penjaga atap seng agar ridak terbang, padahal apabila
musim hujan datang, air akan menggenang di cekungan dalam ban dan akan menjadi
tempat sarang bibit penyakit. Selain itu, di era modern ini masih ada warga
yang belum memiliki fasilitas MCK yang baik. Di sisi lain, masyarakat perkotaan
yang setiap hari di penuhi oleh hiruk pikuk asap kendaraan akan mengakibatkan
penyakit pernapasan dan iritasi mata. Budaya memakan makanan instan, berpengawet,
dan terlalu banyak mengandung garam dan gula juga berbahaya bagi kesehatan
tubuh.
Oleh
karena itu, disinilah peran kita untuk memberdayakan masyarakat agar hidup
sehat, berperilaku sehat, dan tanggap
akan isu-isu kesehatan. Apabila suatu kelompok masyarakat dapat termobilisasi
untuk berubah menjadi yang lebih baik, niscaya itu akan menjadi contoh yang
baik bagi kelompok masyarakat lain.
ISMKMI merupakan wadah untuk
bertukar pikiran. Ini artinya, apabila terjadi atau berkembangnya isu-isu
mengenai kesehatan di kalangan masyarakat Indonesia, seorang mahasiswa
kesehatan masyarakat tidak akan menelan hal itu secara mentah-mentah. Namun, di
diskusikan terlebih dahulu antar sesama mahasiswa melalui wadah ISMKMI sehingga
kita akan memiliki dasar informasi yang jelas dan bisa mempublikasikan mana hal
yang benas dan mana hal yang salah. Kita, sebagai penyuluh kesehatan harus
memiliki dasar keilmuan yang jelas. Dengan berkomunikasi dan saling bertukar
pikiran, kita akan tahu apakah yang selama ini kita percayai dan lakukan itu sudah
benar apa belum. Manfaat yang lebih penting yaitu kita akan lebih mengetahui
apa masalah-masalah kesehatan di seluruh pelosok bumi pertiwi. Karena, tidak
mungkin kita ingin mengetahuinya sendiri dengan selalu berkunjung ke
pelosok-pelosok Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau kalau tidak
dengan bertanya dan berbagi informasi kepada mahasiswa kesehatan masyarakat di
seluruh Indonesia.
Esensi
dari di dirikannya ISMKMI ini adalah mempersatukan mahasiswa mahasisiwi kesehatan
masyarakat di Indonesia. Di tengah tantangan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)
kita harusnya merasa lebih tertantang untuk saling meningkatkan kualitas diri
dari segi keilmuan, berbahasa, berorganisasi, pengalaman, dan menambah relasi
agar kita berhasil bertahan di tengah arus globalisasi. Kita harus semakin
mawas diri dan semakin tanggap untuk menciptakan kelompok masyarakat yang
peduli kesehatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar