Jumat, 15 September 2017

ESAI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI


Secara bahasa, kata “Tri” sendiri berasal dari bahasa Sansekerta. “Tri” artinya tiga, sedangkan “Dharma” bermakna kewajiban. Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah hal-hal dasar yang harus ada saat menjalani aktivitas akademik. Dasar dan tanggung jawab tersebut dilakukan secara terus-menerus dan dikembangkan secara beriringan.



Adanya Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan wujud dari keseriusan perguruan tinggi untuk menyajikan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, Tri Dharma Perguruan Tinggi sepatutnya telah menjadi budaya dan kesadaran.

Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan tuuan yang harus dimiliki oleh seluruh mahasiswa. Karena, hal inilah yang menuntun mahasiswa ketika sedang menuntut ilmu maupun telah sampai pada tujuan akhir yaitu terjun ke dunia pekerjaan.

Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari 3 poin , yaitu :

1.Pendidikan dan Pengajaran
2.Penelitian dan Pengembangan
3.Pengabdian kepada Masyarakat
Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa. Seluruh dosen (pendidik), serta orang – orang yang terlibat dalam proses pembelajaran (sivitas akademika) memiliki tanggung jawab yang sama.
1.      Pendidikan dan Pengajaran
 Pendidikan dan pengajaran merupakan poin penting dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Presiden Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo sudah mencanangkan kepada anak-anak Indonesia untuk menuntut ilmu minimal 12 tahun, yakni mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).  
Adanya mahasiswa yang unggul dalam bidang ilmu pengetahua ntidak bisa terlepas dari peran perguruan tinggi itu sendiri. Perguruan tinggi baik swasta maupun negeri diberikan kebebasan tersendiri untuk menyusun konsep dari pendidikan. Adanya konsep yang jelas di atas iharapkan mampu membawa negara ke arah kemajuan. Kenajuan tersebut meliputi kemajuan budaya, mindset, dan IPTEK.

Demi mencapai tujuan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut, mahasiswa dituntut aktif untuk mengeksplor, mencari, dan menggali sendiri terkait keilmuan tang digeluti. Budaya rasa ingin tahu lebih mengenai hal-hal dalam mata kuliah maupun kegiatan dan kepanitian sangat penting bagi menumbuhkan sikap dewasa dan bertanggung jawab bagi seorang mahasiswa. 
Pendidikan sangatlah penting. Bukan hanya pewarisan ilmu dari pengajar kepada pelajar, namun juga mendidik bagaimana sikap dan perilaku yang baik dalam berkehidupan bermasyarakat. Semua pihak harus berkontribusi untuk memajukan pendidikan karakter. Bukan hanya mahasiswa saja, namun dosen dan juga turut memberi ilmu tentang pendidikan berkarakter dan memberi contoh perilaku yang baik. Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.

2.      Penelitian dan Pengembangan 
Dengan kemajuan IPTEK, menjadikan informasi mudah diperoleh. Sehingga keterbatasan media pembelajaran bukan menjadikan masalah lagi untuk sekarang ini. Sebaliknya, mahasiswa harus mampu memanfaatkan penelitian dan pengembangan ini dalam suatu proses pembelajaran untuk memperoleh suatu perubahan-perubahan yang akan membawa Indonesia ke arah yang lebih maju dan terdepan.
Mahasiswa harus tanggap akan isu-isu dan tidak langsung mempercainya. Tetapi, dilakukan penelitian terlebih dahulu. Karena pada zaman yang serba canggih ini, informasi hoax (tidak dapat di percayai) sanagt mudah menyebar. Kita harus menjadi pelopor untuk menghentikan budaya menelan berita mentah-mentah tanpa melakukan riset terlebih dahulu.

3.      Pengabdian kepada Masyarakat
Menurut undang – undang tentang pendidikan tinggi, 
pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Artinya, setelah menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan lulus menjadi sarjana, artinya kita telah dibekali cukup ilmu. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sumber yang dapat digunakan untuk memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia.  
Walaupun di zaman yang sudah canggih dan modern seperti sekarang, namun masih banyak wilayah di Indonesia yang belum terjamah teknologi. Kita lah yang harus berpartisipasi untuk meratakan ketidakseimbangan ini. Kita harus bisa mendengarkan keluhan rakyat Indonesia, kemudian menyalurkannya kepada pemerintah untuk di tindak lanjuti. Karena, kita sebagai the revolutioner of public health harus siap sedia mensejahterakan dan menyehatkan warga-warga di Indonesia.  
Pengabdian kepada masyarakat harusnya bersifat kontinual dan jangka panjang, karena dalam membangun sebuah masyarakat dibutuhkan proses yang panjang. Banyak aspek yang harus disentuh untuk menjadikan suatu masyarakat itu baik karakternya, budayanya, sampai pola pikirnya juga harus kita sentuh untuk benar-benar menciptakan sebuah masyarakat yang beradab.

Sesuai dengan visi Universitas Jenderal Soedirman yaitu,

Diakui  dunia  sebagai  pusat  pengembangan  sumberdaya perdesaan dan kearifan lokal

Sasaran utama kita adalah masyarakat perdesaan, terutama di daerah Kabupaten Banyumas. Kita harus berpikir kreatif dan mengeluarkan inovasi untuk melakukan bakti sosial. Bentuk pengabdian kepada masyarakat juga variatif, contohnya adalah penggalangan dana untuk membuat fasilitas umum, membuat kelompok pemberdayaan masyarakat seperti LSM, Indonesia Mengajar, Charity, dsb. 
Oleh karena itu, dengan segala potensi dan fasilitas yang ada mahasiswa harus menjadi tonggak pengabdian masyarakat. Dengan intelegensia, kreatifitas, dan kepemimpinan yang tinggi apalagi dengan didukung fasilitas dan wadah yang memumpuni dari kampus, mahasiswa memiliki peran penting dalam pengabdian masyarakat. Apapun bentuk peranannya, mahasiswa dalam merancang gerakan pengabdian masyarakat semestinya memperhatikan segala aspek yang terkait dengan gerakan tersebut dan efeknya.

Melalui paparan di atas, sudah jelas bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi itu sangat penting bagi kehidupan mahasiswa. Apabila hal ini tidak didalami dan dipelajari dengan baik, mahasiswa di khawatirkan akan kehilangan arah sehingga kesulitan saat berhubungan dengan masyarakat luas nanti di kemudian hari. Dengan menerapkan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi secara terus menerus ke generasi berikutnya, sudah jelas lulusan universitas ini akan menjadi sosok yang berguna di mata masyarakat dan mempunyai daya saing yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar